
Semua sistem tone membangun sebuah struktur yang hirarki. Selalu ada satu tone saja atau
"Tonic" yang sangat stabil/tetap , sedangkan tone lainnya memiliki hubungan erat atau menjadi bagian yang tak terpisahkan, kumpulan tone ini disebut dengan istilah
"Stable". Aplikasi dari sistem ini adalah pembentukan akord dasar, yang familier pula dengan istilah
"Triad". meskipun secara struktur dapat dibolak-balik penempatannya, namun tetap saja hanya ada satu tone yang menjadi starter atau acuan dasar.
Ada tiga jenis tone "Stable" yang kita kenal , yaitu 1 , 3 dan 5 (do, mi, sol). Dengan keterangan sebagai berikut : 1 (do) yang lebih dikenal sebagai starter, memiliki tingkat kestabilan lebih kuat dibandingkan 5 (sol) ; sedangkan 5 (sol) mempunyai tingkat kestabilan yang lebih baik dibanding 3 (mi).
Tone lainnya yang mempunyai jarak yang jauh dari Tonic disebut sebagai
"Unstable", artinya adalah sebuah tone yang tidak mampu berdiri sendiri dan biasanya memiliki fungsi untuk membentuk nuansa. Beberapa jenis tone "Unstable" adalah 6 , 2 , 4 , 7 (la, re, fa, si). Perlu diingat pula bahwa tone major sclae seperti 4 (fa) dan 7 (si), memiliki jarak setengah langkah (Half step) daripada diatonic tone lainnya.
Mengapa ada definisi tone "Stable" seperti 1, 3, 5 (do, mi, sol) . Hal ini disebabkan karakter tone "Unstable" memiliki kecenderungan untuk berubah secara langsung ke tone "Stable" (atau pada hakekatnya mengandung unsur/energi melodic). Olehkarena itu, bila diamati lebih jauh maka, 2 (re) cenderung ke 1 (do) ; 4 (fa) cenderung ke 3 (mi) ; 6 (la) cenderung ke 5 (sol) ; untuk 7 (si) sedikit berbeda karena mengandung satu setengah langkah dari tonic, sehingga kecenderungannya berubah naik ke tonic. ini merupakan contoh "natural" diatonic tone di dalam major.
Untuk semua tone kromatik berlaku "Unstable" karena memiliki kecenderungan untuk berubah ke jarak terdekat dari tone diatonic.
Oleh Hadiyan