DMU Contacts
Ruko Jemursari
Jl.Raya Jemursari 76 Blok C-29, Surabaya
( 031 ) 8419540
( 031 ) 72312585
081-553-230625
digitalmusicuniv@yahoo.com

Online Support :
  • Sandy [image]
DMU Events
  • Next Events
    Coming Soon!!
DMU Partners
  • Dinamika Swara Records
  • Skillgear
  • Komputek
  • SAM Design
  • Melodia Musik
  • Diva Records
  • Audio Pro
  • Pasar Musik
DMU Stats
News
Corporate News

19.08.2010, 16:46:12 WIB.
3 MIXING STYLES ( Antara L.A vs New York vs London )
admin - dmu team
Walaupun pada jaman sekarang ini sudah tidak banyak perbedaan dibandingkan dengan pada jaman dulu dimana suatu kota dapat sangat berpengaruh dalam suara yang di hasilkan dalam suatu mix. Sampai pada sekitar tahun 80an sangat mudah untuk menebak dari kota mana suatu recording tersebut dibuat hanya dengan mendengarkan suara yang dihasilkan. Pada beberapa tahun belakangan setiap engineer dapat menghasilkan suara yang mirip satu sama lain karena biasanya engineer tidak hanya bekerja pada satu tempat saja, kebanyakan engineer bekerja di beberapa lokasi yang berbeda dan menggabungkan gaya mixing mereka dengan gaya mixing setempat.

Terdapat 3 mixing styles yang sangat terkenal dan biasanya engineer memilih menyukai salah satu gaya dari salah satu kota berikut : New York, LA, dan London.

New York Style
New York style mungkin adalah gaya yang paling gampang dikenali karena gaya ini menggunakan compressor yang banyak sehingga menghasilkan mix yang sangat punchy dan agresif. Biasanya instrument yang di-compress (kebanyakan rhytem section) masih di-compress lagi beberapa kali melalui bus compressor. Dan kebanyakan engineer dari New York menerapakan gaya yang seperti itu. Contoh drum track (biasanya juga dengan bass) yang sudah di-compress di send lagi ke buss channel untuk melewati compressor lagi,setelah itu baru di gabungkan lagi dengan instrument lain yang sudah di-compress juga. Hasil mixing dengan New York styles dapat kita jumpai pada mick jagger solo album she’s the boss dan lain-lain.

LA Style
LA style terdengar lebih natural daripada new york, menggunakan compressor tetapi lebih sedikit dibandingkan dengan new york style. Dan gaya LA ini juga tidak terlalu banyak menggunakan beberapa effects seperti london. LA style lebih banyak menangkap sisi natural dari musik tersebut dan menonjolkannya daripada membangun ulang dengan effect dan compressor.

London Style
London style meminjam sedikit teknik dari New York yang memakai compressor yang agak banyak tetapi juga ditambahkan dengan effect yang berlapis-lapis. Walaupun aransemen sebuah lagu penting dalam membuat mix yang bagus,hal ini juga menjadi hal yang dapat menjadi karakteristik tersendiri bagi london style. Biasanya ada beberapa part dalam lagu tersebut mempunyai bunyi berbeda-beda pada setiap bagian lagu,beberapa dengan effect, dan beberapa untuk perubahan dynamic pada lagu tersebut. Setiap bagian baru dalam lagu tersebut dapat memberikan perspektif yang berbeda. Jadi kesimpulan dari london style ini adalah mengandalkan effect yang berlapis-lapis agar lagu tersebut terdengar berbeda pada part-part tertentu dan tidak terdengar membosankan.

Karena pada saat ini kita sudah mencapai jaman milenium,perbedaan-perbedaan tersebut sudah banyak berkurang dibandingkan pada sebelum tahun 80an,tetapi perbedaan masih tetap ada walaupun tidak terlalu jelas kelihatan. Walaupun perbedaan tidak terlalu jelas pada kebanyakan musik,tapi bagi musik techno dan dance mereka masih memiliki variasi hasil mix menurut dimana mereka berada LA,New York atau London.

by Nanda Pribadi